Jump to content

Pengaruh ai terhadap berfikir kritis mahasiswa

From Wikiversity

Pengaruh AI terhadap Berpikir Kritis Mahasiswa

[edit]

Oleh: Ellys Kusuma Atmaji | Program Studi Manajemen Pendidikan | Fakultas Ilmu Pendidikan | Universitas Negeri Malang | Ellys.kusuma.2501316@students.um.ac.id | 085731867303

Abstrak

[edit]

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin memengaruhi proses pembelajaran di pendidikan tinggi, termasuk dalam pengerjaan tugas kuliah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan AI terhadap kinerja akademik dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dengan menggunakan metode studi literatur. Data penelitian diperoleh dari berbagai publikasi ilmiah, seperti jurnal nasional, artikel penelitian, serta prosiding konferensi yang diakses melalui Google Scholar, dan database akademik lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan AI dapat meningkatkan efisiensi, kemudahan memperoleh informasi, serta kualitas tugas mahasiswa. Namun, ketergantungan berlebihan pada AI berpotensi melemahkan kemampuan analisis dan berpikir kritis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI bermanfaat sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi harus digunakan secara seimbang dengan literasi AI dan bimbingan akademik yang tepat.

Kata kunci: kecerdasan buatan, kinerja mahasiswa, kemampuan berpikir kritis, studi literatur, teknologi pembelajaran.

Abstract

[edit]

The development of artificial intelligence (AI) technology has increasingly influenced learning processes in higher education, including in completing academic assignments. This article aims to analyze the influence of AI use on students’ academic performance and critical thinking skills using a literature study method. The research data were obtained from various scientific publications, such as national journals, research articles, and conference proceedings accessed through Google Scholar and other academic databases. The analysis shows that the use of AI can improve efficiency, ease of obtaining information, and the quality of students’ assignments. However, excessive dependence on AI has the potential to weaken analytical abilities and critical thinking skills. This study concludes that AI is beneficial as a learning support tool, but it must be used in balance with AI literacy and proper academic guidance.

Keywords: artificial intelligence, student performance, critical thinking skills, literature study, learning technology.

Pendahuluan

[edit]

Kecerdasan buatan (AI) telah menjadi bagian penting dari berbagai aspek kehidupan di era digital yang semakin berkembang, termasuk di bidang pendidikan (Diantama, 2023). Penggunaan kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran memiliki efek yang signifikan, baik positif maupun negatif, terhadap kemajuan akademik mahasiswa. Dengan kemampuan untuk menganalisis data, memberikan umpan balik secara real-time, dan menyesuaikan pengalaman belajar secara individual, banyak institusi pendidikan mulai mengadopsi teknologi ini guna meningkatkan efektivitas pengajaran (Arka Putri et al., 2024).

Menurut Zubaidah (2018) dalam jurnal (Putri & Panduwinata, 2025) berpikir kritis merupakan kemampuan individu dalam menelusuri, menganalisis, menguraikan, serta menilai berbagai bentuk bukti secara mendalam. Oleh karena itu, penguatan kemampuan berpikir kritis menjadi sangat penting di era digital. Perkembangan dan penerapan AI dalam berbagai aspek kehidupan menegaskan perlunya penguatan kemampuan kognitif tingkat tinggi, terutama dalam aspek metakognisi dan berpikir kritis. AI berperan sebagai sarana yang dapat mengembangkan kemampuan metakognitif dan berpikir kritis melalui pemberian umpan balik formatif yang mendorong peserta didik mengatur proses belajarnya secara mandiri.

Walaupun AI memberikan berbagai keuntungan, terdapat kekhawatiran bahwa ketergantungan yang berlebihan terhadap teknologi ini dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas mahasiswa. Hal tersebut terjadi karena mahasiswa cenderung mengandalkan AI untuk menyelesaikan permasalahan daripada berpikir secara mandiri (Harmilawati et al., 2024). Oleh sebab itu, diperlukan evaluasi yang komprehensif terhadap dampak positif dan negatif penggunaan AI sebelum diterapkan secara luas dalam sistem pendidikan.

Penelitian tentang dampak AI terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa masih relatif terbatas. Namun, sejumlah studi menunjukkan bahwa meskipun AI memberikan berbagai kemudahan, tetap terdapat tantangan dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis serta menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kemandirian berpikir. Temuan ini sejalan dengan hasil kuesioner yang dilakukan oleh Maulana dkk. (2024) dalam jurnal (Cholvistaria & Gunawan, 2025), yang menunjukkan bahwa penggunaan AI berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 56,6%.

Berdasarkan paparan tersebut, urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk memahami sejauh mana penggunaan AI dapat memengaruhi kemampuan berpikir kritis mahasiswa, baik secara positif maupun negatif. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak penggunaan kecerdasan buatan terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa serta memberikan rekomendasi pemanfaatan AI yang tepat dalam konteks pendidikan tinggi agar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis tanpa mengurangi kemandirian belajar.

Metode

[edit]

Artikel ini menggunakan metode studi pustaka. Penulisan artikel ini dilakukan dengan cara mencari, membaca, dan menganalisis berbagai sumber tertulis yang membahas tentang pengaruh penggunaan AI terhadap kinerja dan cara berfikir kritis mahasiswa dalam mengerjakan tugas. Sumber yang digunakan berasal dari jurnal penelitian dan artikel ilmiah. Metode ini dipilih karena artikel ini tidak melakukan penelitian lapangan, melainkan hanya mengkaji teori dan hasil penelitian yang sudah ada.

Hasil dan Pembahasan

[edit]

Menurut Jaya, et al (2018), artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia. Selanjutnya menurut Bambang (2020, www.itb.ac.id), AI merupakan bidang ilmu komputer yang mempelajari bagaimana membuat komputer memiliki kecerdasan layaknya manusia.

Istilah problem solving dan search dalam AI mengacu pada sekumpulan ide yang berhubungan dengan deduksi, kesimpulan, perencanaan, penalaran akal sehat, pembuktian teorema dan proses terkait, menurut Barr, et al dikutip dalam Astuti (2021). AI digunakan secara khusus untuk memecahkan masalah kognitif yang umumnya terkait dengan kecerdasan manusia (aws.amazon.com).

AI dirancang untuk meniru kemampuan kognitif manusia, seperti belajar dari pengalaman, memahami bahasa, mengenali pola, memecahkan masalah, mengambil keputusan, serta beradaptasi dengan informasi baru. AI terbagi menjadi machine learning, deep learning, dan natural language processing. Dalam pendidikan, AI hadir dalam berbagai aplikasi seperti chatbot, sistem rekomendasi, platform pembelajaran adaptif, hingga asisten virtual.

Menurut S. Rifky (2020), AI dalam konteks pendidikan menawarkan potensi seperti personalisasi pembelajaran, otomatisasi penilaian, dan peningkatan aksesibilitas. Penggunaan AI memiliki pengaruh positif dan negatif:

Pengaruh Positif

[edit]
  1. Meningkatkan motivasi mahasiswa: AI mempermudah proses belajar, membuat mahasiswa lebih termotivasi karena bisa mengakses informasi secara cepat dan menyelesaikan tugas lebih efisien (Salmi et al., 2024 dalam jurnal Ibad et al., 2024)
  2. Peningkatan hasil akademik: Dengan bantuan AI, mahasiswa dapat memperbaiki kualitas tugas dan pemahaman, sehingga hasil akademik meningkat (Luthfiyyah et al., 2024 dikutip dalam jurnal Ibad et al., 2024)

Pengaruh Negatif

[edit]
  1. Ketergantungan terhadap AI: Mahasiswa dapat menjadi malas dan terlalu bergantung pada AI, yang mengurangi keinginan untuk berpikir kritis, belajar mandiri, dan memahami materi (Yani, 2024 dikutip dalam jurnal Ibad et al., 2024)
  2. Mengurangi kualitas pemahaman mendalam: Penggunaan AI tanpa pemahaman mendalam dapat menurunkan penguasaan konsep yang sebenarnya (Harsya1 et al., 2024 dalam jurnal Ibad et al., 2024)

AI dapat membantu mahasiswa membandingkan informasi dari berbagai sumber, mengevaluasi keakuratan data, serta menganalisis argumen secara kritis. Namun, ketergantungan yang berlebihan dapat menurunkan kemampuan berpikir mandiri dan kritis. Beberapa mahasiswa cenderung menerima jawaban dari AI tanpa memverifikasi kebenarannya (Carr, 2020; Faisal, 2024; Harmilawati et al., 2024).

Kesimpulan

[edit]

AI memiliki peran penting dalam dunia pendidikan, khususnya dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. AI mampu meningkatkan motivasi belajar dan kualitas hasil akademik. Namun, penggunaan yang tidak bijak dapat menimbulkan dampak negatif, seperti menurunnya kemandirian berpikir, kualitas pemahaman, dan kemampuan analitis jangka panjang. Oleh karena itu, AI harus digunakan sebagai alat bantu yang mendorong mahasiswa tetap berpikir kritis dan mandiri.

Daftar Pustaka

[edit]
  • Arka Putri, Z. H., Pradana, N. R., Yustraini, Y. A., & Efansyah, A. D. (2024). Analisis Pengaruh Chat GPT terhadap Keterampilan, Kolaborasi, dan Kreativitas Mahasiswa: Metode Systematic Literature Review Identifikasi Dampak dan Pengaruh.
  • Astuti, 2021. Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence untuk Penguatan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi. Jurnal Sistem Cerdas (2021) Vol 04 No 01 eISSN: 2622-8254 Hal: 25–34, 2021. https://apic.id/jurnal/index.php/jsc/article/view/124
  • Bambang, 2020. https://www.itb.ac.id/berita/detail/57589/inovasi-artificial-intelligence-dalam-pendeteksian-covid-19
  • Cholvistaria, M., & Gunawan, A. (2025). Pengaruh Artificial Intelligence (AI) Terhadap Berpikir Kritis Mahasiswa. POACE: Jurnal Program Studi Administrasi Pendidikan, 5(1), 1–8. https://doi.org/10.24127/poace.v5i1.8155
  • Diantama, S. (2023). Pemanfaatan Artificial Intelegent (AI) dalam Dunia Pendidikan (Vol. 1, Issue 1)
  • Harmilawati, Rifqatussa’diyah, Amalia, P., Majid, H. A., & Sahrah, I. A. (2024). Peran Teknologi AI dalam Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa. 3, 26–31. https://doi.org/10.47435/sentikjar.v3i0.3134
  • Ibad, M. I., Yazid, S. R., & Farhan, N. (2024). Literature review: Pengaruh penggunaan AI terhadap pengerjaan tugas mahasiswa. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(6), 5105–5118. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/16147
  • Jaya, H., Syarifuddin, A., & Amiruddin. (2018). Kecerdasan Buatan. Makassar: Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar. https://core.ac.uk/download/pdf/147023993.pdf
  • Putri, M., & Panduwinata, L. (2025). JKIP: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan The Influence of Using Artificial Intelligence on Students’ Critical Thinking. 6(2), 605–616.
  • Ratnasari, R., Zabeta, M., & Sholeha, F. Z. (2025). Pengaruh Artificial Intelegence (AI) Terhadap Kemampuan Berfikir Kristis Matematis Siswa. Algoritma: Jurnal Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Kebumian, Dan Angkasa, 3(1), 68–76.
  • Rifky, S. (2020). Penerapan Artificial Intelligence dalam Pengembangan Media Pembelajaran Digital. Jurnal Teknologi Pendidikan, 8(2), 45–53.